DNS, Internet Positif, dan Pemblokiran WhatsApp

0
185

Aloha sobat sekalian! Pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya browsing, surfing, atau kegiatan menelusuri halaman-halaman di internet bukan? Ngomong-ngomong soal internet, pastinya kalian sudah tahu juga dong tentang Internet Positif-nya milik jaringan internet di Indonesia. Tapi tahukah kalian bagaimana cara Internet Positif itu bekerja? Internet Positif bekerja dengan memanfaatkan DNS. Untuk selengkapnya, simak penjelasan berikut….


Sebelum kita membahas bagaimana cara kerja Internet Positif, mari terlebih dahulu kita bahas mengenai DNS….

Apa itu DNS?

Data-data di internet tentu saja harus memiliki perangkat sebagai tempat penyimpanan. Perangkat tersebut dinamakan komputer server. Sedangkan perangkat pengguna yang meminta data-data untuk disajikan dinamakan client.

Seperti halnya rumah kita, perangkat yang terkoneksi di internet juga memiliki alamat. Kemudian bayangkan sebuah konsep sederhana ketika kita ingin mengirim paket. Layaknya kita ingin mengirim paket dari rumah kita ke rumah saudara kita, tentu saja kita harus mencantumkan alamat pengirim dan penerima bukan? Sama dengan konsep mengirim paket tadi, “paket-paket” data yang dikirim di internet haruslah memiliki alamat tujuan dan alamat asal.

Namun alamat perangkat yang tersambung ke internet tidaklah seperti alamat rumah kita, melainkan terdiri atas empat rangkaian angka yang dipisahkan dengan titik yang dinamakan alamat IP (Internet Protocol Address). Contoh : 180.12.90.101

IP Address Illustration

Nah, alamat-alamat tersebut tentu saja sangat sulit untuk dihapal bukan? Oleh karena itu diciptakanlah DNS. DNS merupakan singkatan dari Domain Name System, yang apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti Sistem Penamaan Domain. Misalkan 157.240.24.35 adalah alamat IP dari server Facebook. Maka alamat IP tersebut akan disimpan dan ditandai sesuai dengan alamat URL Facebook, yaitu “facebook.com”, dalam database pada suatu komputer yang dinamakan Server DNS. Server DNS adalah suatu komputer yang menyimpan database-database alamat IP.

Maka sederhananya, ketika kita mengetik “facebook.com”, beginilah proses yang akan terjadi:

  • Browser akan mengirim permintaan alamat IP dari URL “facebook.com” ke Server DNS.
  • Kemudian Server DNS akan mencari alamat IP “facebook.com” di database DNS.
  • Setelah ditemukan, alamat tersebut akan diberikan kepada browser.
  • Browser mengakses alamat tersebut untuk memuat datanya.
DNS Resolving Illustration

Lalu, Bagaimana Cara Kerja Internet Positif

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa alamat-alamat IP domain disimpan di dalam Server DNS. Nah, setiap penyedia layanan internet di Indonesia juga memiliki Server DNS-nya masing-masing yang di regulasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Indonesia. Jadi ketika pemerintah menerapkan aturan blokir situs dengan konten-konten terlarang, maka situs tersebut tidak akan bisa diakses.

Lalu bagaimanakan cara pemerintah memblokir situs tersebut?

Seperti yang dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, misalkan kita mencoba mengakses situs “situsterblokir.com”, maka sederhananya, beginilah proses yang terjadi:

  • Browser akan mengirim permintaan alamat IP ke Server DNS milik penyedia layanan internet kita.
  • Server DNS akan mencari alamat IP dari domain “situsterblokir.com”. Akan tetapi, alamat IP milik domain “situsterblokir.com” yang tersimpan di database Server DNS penyedia layanan internet sudah diganti. Bila sebelumnya alamat IP “situsterblokir.com” misalkan adalah 66.254.114.41, maka alamat IP yang ada di database Server DNS sudah dialihkan menjadi alamat IP yang menuju ke halaman Internet Positif oleh regulasi Kemkominfo.
  • Alamat IP Internet Positif akan diberikan kepada browser.
  • Hasilnya, bukannya data dari “situsterblokir.com” yang diakses oleh browser, tetapi malah halaman Internet Positif.

Lalu mengapa jika menggunakan VPN, situs tersebut masih bisa diakses?

Untuk menjawabnya, kita harus memahami dahulu bagaimana VPN bekerja. Singkatnya, ketika kita menggunakan VPN, maka kita akan terhubung ke Server VPN melalui jalur khusus. Server VPN lah yang akan mengakses data website yang kita inginkan. Biasanya VPN yang kita gunakan berada di luar negeri. Sehingga alamat IP situs yang ada di database Server DNS milik mereka tidak diubah ataupun dialihkan kemana pun dikarenakan tidak ada regulasi oleh pemerintah setempat. Hasilnya, Server VPN bisa mengakses data situs-situs tersebut kemudian mengirimkannya kepada perangkat kita melalui jalur khusus.

Biasanya, akses internet melalui VPN ini lebih lambat karena banyaknya proses yang harus ditempuh. Tidak seperti akses tanpa VPN, yang data dari internet langsung dikirimkan ke perangkat kita. Saat menggunakan VPN, data dari internet data diakses oleh Server VPN baru kemudian dikirimkan melalui jalur khusus menuju perangkat kita. Apalagi biasanya Server VPN tersebut berada di luar negeri, yang berarti datanya harus menempuh ribuan kilometer sebelum sampai ke perangkat kita.


Teknik ini pula yang digunakan Pemerintah Indonesia melalui Kemkominfo untuk memblokir aplikasi perpesanan WhatsApp beberapa saat lalu saat terjadi kericuhan Pemilu. Pemerintah mengalihkan alamat IP WhatsApp menuju ke alamat IP Internet Positif. Akibatnya, aplikasi WhatsApp gagal mengakses server mereka untuk melakukan pengiriman pesan.


Mungkin sekian dulu yaa penjelasan mengenai DNS dan seberapa besar pengaruhnya pada pengguna internet saat ini. Untuk penjelasan lebih jauh, serta hal-hal lain, akan di lanjutkan di artikel lain. Barangkali terdapat kesalahan pada informasi yang kami berikan, mohon bisa dikoreksi. Jangan lupa share ke teman-teman kamu….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here